Kamis, 18 Oktober 2012

Menggapai Langit Lapis Ke Dua



Menggapai Langit Lapis Ke Dua



Pada suatu hari kami berencana untuk melakukan pendakian gunung semeru,saya merencanakannya bersama ke 4 teman kelas saya di ka 17 yaitu Rama,Rio dan Rahman.Mereka pun tertarik dan langsung merencanakan waktu yang tepat untuk melakukan pendakian ke gunung semeru agar tidak mengganggu jadwal kuliah.Kemudian kami ber empat mengadakan rapat untuk membahas waktu dan mengajak teman – teman dari kami untuk ikut dalam pendakian gunung semeru tersebut.Hasilnya waktu telah di tentukan yaitu pada tanggal 3 September 2012,Lalu anggota kami bertambah menjadi 8 orang,masing-masing dari kami ada yang mengajak teman rumah dan teman SMA untuk menggapai gunung semeru.
Gunung semeru adalah gunung tertinggi di pulau jawa dengan ketinggian 3676mdpl dan memiliki puncak terkenalnya bernama puncak Mahameru.Puncak mahameru banyak orang yang mengatakan di sanalah para dewa bersemayam yang kemudian dikenal sebagai puncak abadi para dewa.Banyak pendaki yang tertarik kesana karena pemandangan yang luar biasa dan tidak mungkin ada di tempat tempat lain.Hal itulah yang membuat kami pergi kesana untuk menyaksikan salah satu ciptaan tuhan yang sangat luar biasa.
Hari yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba,kami semua berkumpul di stasiun pasar senen pada pukul 10.00 wib sesuai rencana sebelumnya.Kami menunggu kereta pukul 14.00 wib dan tentunya kami sudah mempunyai tiket.Nama kereta kami jurusan senen-malang adalah kereta matarmaja.Tiket kami dapatkan sebelum sebelum hari keberangkatan kami.Selama kita menunggu kereta,kami mengisi waktu dengan mempersiapkan segala yang kami butuhkan di kereta seperti makanan,rokok,dll.Waktu pun kemudian menunjukan jam 13.30 kereta matarmaja pun datang,kami bergegas langsung masuk kereta dan tentunya tidak lupa foto foto.Karena menggunakan tas gunung atau bisa di sebut kulkas dua pintu kami pun menjadi perhatian orang banyak.


Tiket kereta api matarmaja
 
Stasiun senen


Keceriaan mengawali perjalanan kami dengan menaiki kereta matarmaja,kereta pun akan tiba di stasiun malang pada pukul 08.00 pagi.Kami mengisi waktu di kereta dengan melakukan berbagai macam permainan,ngobrol dengan penumpang lain dan tentunya tidak lupa foto foto.
Tidak terasa perjalanan yang sangat seru di kereta dan akhirnya kereta pun tiba di stasiun malang.Kami pun langsung bergegas melakukan keluar dari stasiun kemudian masing masing dari kami melakukan berbagai macam aktivitas,ada yang mandi,makan,packing tas gunung,charger hp.Semua itu di lakukan serentak agar tidak ada yang menunggu dan juga menghemat waktu.
Setelah semua selesai,kami pun langsung membooking angkot untuk segera berangkat ke pasar tumpang.Angkot pun dapat dan sudah ada proses tawar menawar terlebih dahulu.Barang-Barang pun di letakkan di atas angkot dan kemudian berangkatlah kita ke Ranu pane.

Angkot dari stasiun malang menuju Pasar tumpang


Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam,jalanan menuju pasar tumpang banyak lubang di tengah perjalanan ada tas gunung milik kami hampir jatuh dari angkot.Akhirnya tibalah kita di pasar tumpang.Dari sini menuju Ranupane menggunakan jeep.Baru datang kami langsung di tawarkan mobil jeep,mungkin supir jeepnya sudah memahami bahwa kita akan ke semeru.Untuk menghemat waktu kami langsung melakukan proses tawar menawar dengan pihak jeep.
Harga pun mencapai pada kata sepakat,kami langsung meletakan barang bawaan kami ke atas jeep.Sebelum berangkat supirnya mengingatkan untuk fotocopy ktp surat kesehatan dan ktp masing masing 2 lembar.Karena akan di butuhkan untuk proses pendaftaran di Ranupane dan di Ranupane tidak ada tukang fotocopy jadi harus dipersiapkan di Pasar tumpang.

Jeep Pasar Tumpang

Perjalanan pun dimulai,memakan waktu lebih dari 2jam dari pasar tumpang menuju Ranupane.Kondisi jalan yang berkelok kelok dan di tepi jurang membuat hati berdebar debar.
Dan setelah 2 jam perjalanan, tibalah kita di Ranupane pos pendaftaran untuk pendakian semeru.Kita tiba pada pukul 14.00,salah satu dari kami langsung melakukan proses pendaftaran dan sisanya berganti pakaian untuk melakukan pendakian.
Saya sempat makan di warung rawon yang berada di Ranu pane,saya sempat melakukan sedikit wawancara kepada bapak-bapak tua penjual rawon tersebut.Saya memanggil beliau dengan sebutan ‘Pak deh’.Berikut sepintas wawancaya saya dengan Pak deh.
Saya           : Pak deh,sudah berjualan rawon sejak kapan?
Pak deh       : Oh mass,saya berjualan disini sudah 25 tahun bersama istri saya
Saya           : Lama juga yah pak deh,bulan ini banyak atau tidak pendaki yang sudah mendaki kesini.
Pak deh       : Banyak sekali mas,lebih banyak lagi pendaki datang pada akhir pekan.Mas sendiri asalnya dari mana?
Saya           : Saya dari jakarta pak deh.Selain disini sudah pernah berjualan di tempat lain?
Pak deh       : Saya dulu sempat berjualan di Ranu kumbolo mas,tapi pindah lagi kesini dengan alasan tertentu.
Saya           : Hahhh!! (saya sempat kaget,karena dari Ranu pane ke Ranu kumbolo harus melukan pendakian yang memakan waktu kurang lebih 5 atau 6 jam).Terima kasih pak deh,saya harus segera memulai perjalanan.Minta doanya pak deh supaya semua selamat.
Pak deh       : Iya mas,hati hati ya.Tentu semua pendaki disini akan saya doakan semoga selamat dan sampai tujuan.
Saya           : Terima kasih pak deh...
Waktu menunjukan pukul 15.30,kami memulai perjalanan kami dari Ranupane menuju Ranukumbolo.



Perjalanan ke Ranukumbolo

Perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo terasa cukup berat,cukup menguras mental dan fisik kami.Dan malam pun menghampiri kami di tengah perjalanan,kami harus bergegas menyiapkan headlamp dan melanjutkan perjalanan.Udara dingin menyerang kami di perjalanan dan fisik yang lelah menggoyahkan mental kami.
Akhirnya kami pun tiba di Ranu Kumbolo.Kami tiba pada pukul 22.00,perjalanan berhasil kami tempuh.Sesampainya di Ranu kumbolo kami langsung mendirikan tenda dan langsung memasak makanan untuk memulihkan kondisi fisik kami.Udara di Ranu Kumbolo sangat dingin,karena semuanya pada lelah kemudian kamipun segera tidur dengan berselimut udara dingin Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo
Tidak terasa sudah jam 07.00 pagi,kami segera membuat sarapan dan membereskan tenda dan sampah-sampah yang kami buat semalam.Perjalanan akan di lanjutkan ke Kalimati pada pukul 10.00 pagi,Kalimati adalah camp sesudah Ranu Kumbolo disana kita beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Puncak Mahameru.
Setapak demi setapak kita lalui perjalanan menuju kalimati,tidak jarang kaki mengalami keram.Puncak Mahameru pun sudah terlihat dari kejauhan.
Dan pada pukul 16.00,kami pun tiba di pos kalimati.Kami bergegas mendirikan tenda dan langsung memasak makanan untuk memulihkan tenaga kami.Untuk melakukan pendakian ke puncak mahameru akan dilakukan pada pukul 00.00,agar dapat melihat sunrise yang tidak pernah di lihat di tempat lain.
Setelah makan kami pun segera tidur untuk beristirahat dan akan bangun pada pukul 23.00  untuk melakukan pendakian ke puncak mahameru yang menguras fisik maupun mental kami.
Kalimati

          Alarm dari saya pun berbunyi,saya segera membangunkan semua teman teman yang sedang terlelap tidur.Semua langsung bangun dan mempersiapkan segala kebutuhan yang akan di bawa untuk mendaki ke puncak mahameru.
Pada pukul 00.00 ,kami pun memulai perjalanan dengan udara yang dingin menyelimuti seluruh badan kami.Track pasir dan debu langsung menyambut kami.Masing-masing dari kami segera memakai masker yang telah di persiapkan sebelumnya agar terhindar dari debu yang cukup banyak ini.
Setengah perjalanan telah kami lalui,sekarang kami telah berada di arcopodo.Arcopodo adalah camp terakhir para pendaki untuk mencapai puncak,tapi jarang para pendaki yang camp disini karena track yang cukup sulit.Waktu menunjukan pukul 03.20,Puncak mahameru masih sangat jauh terlihat.Kami langsung melanjutkan perjalanan agar dapat melihat sunrise dari puncaknya para dewa ini.
Kami berhasil melewati batas vegetasi pada pukul 04.10,disini sudah tidak ada lagi tumbuhan yang hidup.Disinilah ujian fisik dan mental kami sebenarnya.Track pasir  yang sangat sulit membuat kami 5 kali melangkah 3kali turun kebawah.Kami pun dikejar waktu,karena pada pukul 10.00 dari kawah mahameru sudah mengeluarkan semburan gas beracun.Para pendaki di wajibkan sudah turun sebelum jam 10.00.
Akhirnya pada pukul 05.10,matahari pun mengeluarkan semburan cahaya yang sangat indah.Walaupun kami belum sampai puncak mahameru,kami berhasil menyaksikan sunrise yang muncuk dari langit lapis ke 2.
Sunrise di Mahameru


Sunrise di Mahameru

Akhirnya pada pukul 08.00 ,kami pun sampai di puncak mahameru.Disini langsung terlihat banyak bendera merah putih yang menandakan sudah sampainya kami di Puncak abadi para dewa.Kami langsung melihat sebuat memoriam dari Soe Hoek Gie.Beliau adalah seorang aktivis dari mahasiswa UI (Universitas Indonesia) dan sekaligus pendiri Mapala pertama di UI.Gie meninggal karena menghirup gas beracun di puncak mahameru dan sebagai penghormatannya di buatkan sebuah memoriam untuk mengenangnya .

Puncak Mahameru

Puncak Mahameru



Puncak Mahameru

Puncak Mahameru
Memorian Soe Hok Gie & Idhan Lubis


Setelah foto-foto kami pun segera turun dari puncak untuk menghindari dari gas beracun itu sendiri.Sesampainya di pos kalimati kami pun beristirahat dan menginap semalam .Besoknya kami melakukan perjalanan turun dari gunung semeru dan segera ke kota malang untuk memesan tiket kereta pulang ke jakarta.
Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa,bisa di beri kesempatan menyaksikan sebuah fenomena alam yang sangat indah.Saya bersyukur kepada Allah SWT dan sadar betapa besarnya sebuah kekuasaan tuhan dibandingkan seorang sosok manusia.Keindahan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata kata dan sebuah perjalanan yang bisa kami ambil hikmah dari semua kejadian yang terjadi di Gunung semeru.

Rincian Biaya: Kereta api matarmaja Rp 51000 x 2   =  Rp 102.000
     
    Angkot stasiun malang-tumpang        =  Rp 10.000
     
    Jeep tumpang-ranupane                      =  Rp 30.000
                                    
                                   Administasi pendaftaran                     =  Rp 10.000
    
    Truk sayur ranupane-tumpang            =  Rp 30.000
     
     Angkot tumpang-stasiun malang       =  Rp 10.000
       
    
Total                                                             Rp 192.000  



















Senin, 25 Juni 2012

Pengaruh teknologi terhadap budaya organisasi


PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi sangatlah penting bagi spesialis HR dalam memahami konsep budaya organisasi. Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya  itu mempengaruhi organisasi dan bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi.
1.Pengertian dan fungsi budaya organisasi
Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang.
Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang. Berikut adalah beberapa pengertian dari budaya organisasi:
•Budaya organisasi mengacu pada hubungan yang unik dari norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu dalam menyelesaikan sesuatu.
•Budaya merupakan sistem aturan informal yang menjelaskan bagaimana seseorang berperilaku dalam sebagian besar waktunya.
•Budaya Organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan dalam  berperilaku dalam organisasi. Dimana akan diturunkan kepada anggota baru sebagai cara bagaimana melihat, berpikir, dan merasa dalam organisasi.
•Budaya adalah keyakinan, sikap dan nilai-nilai yang dipegang dan ada dalam sebuah organisasi.
Budaya itu sulit untuk didefinisikan karena memiliki struktur yang multidimensi dengan komponen yang berbeda pada setiap tingkat. Budaya juga bersifat dinamis dan selalu berubah dan menjadi relatif stabil pada jangka waktu yang singkat. Perlu waktu dalam merubah suatu budaya terutama dalam budaya organisasi.
Budaya merupakan alat perekat sosial dan menghasilkan kedekatan, sehingga dapat memperkecil diferensiasi dalam sebuah organisasi. Budaya organisasi juga memberikan makna bersama sebagai dasar dalam berkomunikasi dan memberikan rasa saling pengertian. Jika fungsi budaya ini tidak dilakukan dengan baik, maka budaya secara signifikan dapat mengurangi efisiensi organisasi.
Budaya organisasi memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
1) Menentukan hal penting yang mendasari organisasi, standar keberhasilan dan kegagalan harus bisa diukur.
2) Menjelaskan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3) Menciptakan apa organisasi dan anggotanya dapat mengharap satu sama lain.
4) Membuat beberapa metode pengontrolan perilaku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tidak absah yaitu menentukan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.
5) Menseleksi perilaku yang memungkinkan anggota terlibat atau tidak dan menentukan ganjaran dan hukuman.
6) Menentukan suatu tatanan bagaimana anggota harus menciptakan kebersamaan antar anggota atau dengan orang di luar organisasi secara kompetitif, dan bekerja sama secara jujur, secara renggang atau secara bermusuhan.
7) Membangun anggotanya berhubungan dengan lingkungan luar secara agresif, eksplosif, bertanggungjawab dan proaktif.

Sedangkan Robins (1990 : 253) mencatat empat fungsi budaya organisasi, yaitu :
1) Membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya
2) Meningkatkan komitmen bersama
3) Menciptakan stabilitas system social
4) Mekanisme pengendalian yang memadu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Siagian (1992:153) mencatat lima fungsi penting budaya organisasi yaitu:
1) Sebagai penentu batas-batas perilaku dalam arti menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dipandang baik atau tidak baik, menentukan yang benar dan yang salah.
2) Menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya.
3) Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama di atas kepentingan individual atau kelompok sendiri.
4) Sebagai tali pengikat bagi seluruh anggota organisasi
5) Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.

Budaya organisasi meliputi garis-garis pedoman yang kukuh yang membentuk perilaku. Ia melaksanakan beberapa fungsi penting seperti dijelaskan Kast dan Rosenzweig (Hasymi, 1996 : 954) :
1) Menyampaikan rasa identitas untuk anggota organisasi
2) Memudahkan komitmen untuk sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri
3) Menungkatkan stabilitas system social
4) Menyediakan premi (pokok pendapat) yang diakui dan diterima untuk pengambilan keputusan.

2. Pengaruh teknologi terhadap Kreatifitas individu dan team
Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).
  • Ciri-ciri kreativitas
 Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas antara lain:
  1. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
  2. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.
  3. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
  4. Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.
Dalam hal ini teknologi sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dengan itu setiap individu dapat dengan mudah menyampaikan atau memberikan kerativitas yang diamiliki untuk dipergunakan dalam membantu kinerja dia atau pun perusahaan tampat ia bekerja.
Dan juga dapat membantu setiap tim dalam mengumpulkan semua kreativitas dari anggota team dengan memanfaatkan teknologi yang ada , dan dengan teknologi yang ada team dapat dengan mudah memilih dengan baik kreativitas yang baik dan sesuai dengan team tersebut.
Dengan teknologi yang terus berkembang sapai saat ini memberikan kemudahan jepada setiap individu atau team dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang benar untuk memajukan suatu team atau organisasi

                http://id.shvoong.com/society-and-news/2172571-fungsi-budaya-organisasi/  25/06/2012 14:32
                 http://ye2couple.wordpress.com/2012/06/18/  25/06/2012 14:33







Rabu, 30 Mei 2012

KELOMPOK DALAM ORGANISASI

KELOMPOK DALAM ORGANISASI
Sebelum membahas tentang kelompok dalam organisasi,akan kita bahas terlebih dahulu apa itu definisi kelompok itu sendiri.
Definisi Kelompok
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Jenis Kelompok
1.Kelompok Formal
Kelompok formal adalah sub unit sah dari organisasi yang telah ditetapkan oleh anggaran dasar atau suatu ketetapan management. Jadi kelompok ini sengaja dibentuk untuk memenuhi tugas yang nyata guna mendukung tugas organisasi.
2.Kelompok Non-Formal
Kelompok non-formal adalah kelompok yang muncul sebagai upaya pemenuhan kebutuhan individu dengan mengembangkan tata hubungan dengan anggota lain dalam organisasi. Kelompok informal hanya dapat terbentuk apabila lokasi fisik anggota-anggotanya, sifat pekerjaan, dan jadwal kerja memungkinkan untuk terbentuknya kelompok. Oleh karena itu kelompok informal muncul dari kombinasi antara faktor-faktor formal dan kebutuhan manusia sebagai anggotanya.
Pengalaman
Pengalaman saya berada di sebuah kelompok organisasi adalah pada suatu acara panitia 17 Agustusan,Ketika itu saya di tunjuk sebagai bendahara untuk acara 17 Agustusan tersebut.
-Hambatan
Hambatan nya menjadi bendahara adalah meminta sumbangan dan membuat rasa partisipasi masyrakat agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar
-Solusi
Solusinya dengan cara memberi tugas kepada masing masing anggota untuk meminta sumbangan ke rumah rumah atau RT dan RW setempat untuk kesuksesan acara tersebut.Nantinya dari dana tersebut akan kita pergunakan untuk membeli alat-alat lomba dan lain-lainnya guna menjadikan acara kami tersebut menjadi acara yang menyenangkan.
-Pemecahan
Pada kelompok organisasi 17 Agustusan saya,Banyak mendapat masalah dari berbagai aspek.Pemecahan masalahnya kita dengan cara merundingkan masalah tersebut dengan semua anggota kelompok,Kemudian akan dicari jalan yang terbaik.Jika tidak menemukan jalan terbaik akan kami adakan sebuah pemungutan suara.

Sumber:
1.http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html                                      Tanggal 31/05/2012  00:06

Sabtu, 21 April 2012

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.Pengertian
Definisi dari teori pengambilan keputusan di kemukakan oleh:
 - Ralp C. Davis;
 - Mary Follet;
 - James A.F. Stoner.

Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.
Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Contoh kasus sederhana :
Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Berisiko:
        Kasus Pemilik/Penjual Bakso “Senayan” Cabang Yogya hendak memutuskan berapa mangkok bakso yang harus disediakan rata-rata setiap hari agar keuntungan diperoleh maksimum. Jika disediakan terlalu banyak (melebihi jumlah yang diminta) maka ia akan menderita kerugian yaitu rugi/kerugian biaya produksi karena tidak laku. Jika disediakan terlalu sedikit maka ia juga akan menderita kerugian (rugi kesempatan yaitu berupa keuntungan yang menjadi hilang karena pembeli datang tetapi tidak bisa terlayani). Data yang ada biaya produksi bakso per mangkok sebesar Rp 2000,- dan harga jual bakso per mangkok sebesar Rp 3000,-. Data lain yang diperoleh berdasarkan pengamatan data masa lalu (historical data), yaitu data permintaan dan peluang/probabilitas permintaan tersebut.
2.Jenis Keputusan
Menurut Herbert A. Simon jenis-jenis keputusan dalm suatu perusahaan dibedakan menjadi 2 yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Perbedaan keputusan terprogram dan tidak terprogram terlihat dari persyaratan operasionalnya yang berlainan bagi kedua jenis keputusan tersebut. Ciri-ciri keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram dapat diikhtisarkan sebagai berikut :
Keputusan terprogram          
-           Berulang
-           Dirumuskan dengan cermat
-           Aturan atau algoritma keputusan bagi orang bawahan untuk digunakan   
Keputusan tidak terprogram
-           Kadang-kadang
-           Unik
-           Analisa baru untuk setiap kejadian

Dengan kata lain, keputusan terprogram adalah keputusan yang dirumuskan dengan cermat dan cukup sering diulangi sehingga aturan keputusan atau algoritma keputusan dapat dirumuskan. Aturan-aturan dapat diuraikan sebelumnya, dan karena itu aturan-aturan tersebut biasanya dapat diberi kode untuk pengolahan komputer. Penggunaan komputer untuk mengolah aturan-aturan keputusan terprogram merupakan suatu pra pemilihan oleh seorang pengambil keputusan mengenai bagaimana keputusan harus diambil untuk waktu yang akan datang.Karena pengambilan keputusan itu merupakan suatu proses yang mahal ditinjau dari sudut sumber daya yang sangat langka, waktu dan tenaga manajerial, maka keputusan terprogram merupakan suatu metode yang efisien untuk menghemat sumber daya yang langka dan untuk meningkatkan produktifitas manajer.
            Sedangkan untuk keputusan tidak terprogram, keputusan ini tidak sering diulang atau dapat dikatakan keputusan ini sangat berbeda di setiap pengulangannya, sehingga tidak dapat dikembangkan suatu model umum sebagai suatu dasar untuk memogramnya.
            Kegiatan pengambilan keputusan baik yang terprogram ataupun tidak terprogram dapat mengikuti proses pengambilan keputusan termasuk pemahaman, perancangan dan pemilihan. Penentuan keputusan terprogram memerlukan lebih banyak pemecahan umum daripada keputusan tidak terprogram. Untuk keputusan terprogram harus mempertimbangkan bermacam-macam kondisi sedangkan keputusan tidak terprogram hanya berhubungan dengan suatu situasi tertentu.

Sumber: http://repository.binus.ac.id/content/D0114/D011468169.ppt    tanggal 22/04/2012 11:40
              http://mm.ustjogja.ac.id/download/HANDOUT7.ppt  tanggal 22/04/2012  11:43
            http://kholis12.files.wordpress.com/.../sistem-penunjang-keputusan-dss.doc  tanggal 22/04/2012  11:48