Kamis, 09 Januari 2014

China Mulai Bolehkan Facebook




KOMPAS.com - Pemerintah China "melembek" terkait peraturan pelarangan Facebook di negara tersebut. Pemerintah negeri Tirai Bambu akhirnya mulai mengizinkan warga di wilayah tertentu untuk mengakses jejaring sosial terbesar di dunia ini.

Wilayah yang dimaksud adalah Shanghai. Untuk diketahui, belum lama ini, China berencana untuk mengubah status wilayah Shanghai menjadi Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone). Zona ini mirip seperti yang diaplikasikan oleh China untuk wilayah Hong Kong. Shanghai adalah kota pertama di daratan China yang memiliki status istimewa ini.

Selain Facebook, China juga mencabut larangan situs-situs asing lainnya, yang sebelumnya dianggap dapat mengganggu stabilitas politik. Artinya, seperti dikutip dari Slashgear, Rabu (25/9/2013), situs-situs lain seperti Twitter dan New York Times akan dapat diakses kembali.

Pemerintah China juga membuka kesempatan bagi pihak penyedia internet (ISP) asing untuk membuka investasinya di zona bebas Shanghai. Namun, layanan internet dari ISP tersebut nantinya hanya akan tersedia dan bisa diakses di zona ini saja, tidak di bagian negara China lainnya.

"Dalam rangka menyambut perusahaan asing untuk berinvestasi dan membiarkan orang asing untuk tinggal dan bekerja dengan gembira di zona bebas, kita harus berpikir tentang bagaimana cara membuat mereka serasa di rumah. Jika mereka tidak bisa mengakses Facebook atau membaca New York Times, mungkin mereka akan berpikir, apa spesialnya zona bebas ini dibandingkan lain wilayah di seluruh China," kata seorang sumber di pihak pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah China melarang berbagai situs-situs dari pihak asing. Pelarangan ini dilakukan untuk membatasi warga China dari informasi yang bisa berakibat kurang pantas dan tidak aman bagi pemerintahan China.

Sebagai ganti dari situs-situs ini, diluncurkan berbagai produk asli buatan perusahaan asal China, dengan fungsi yang tidak terlalu berbeda. Sebagai contoh, untuk ganti Twitter, ada produk yang dinamakan Sina Weibo. Sementara, pengganti Facebook adalah Renren. Kedua layanan ini sangat populer di China.

YouTube Sambut Era Video Jernih 4K




KOMPAS.com - Akhir November lalu, Google mengumumkan bakal memindahkan semua video di YouTube ke format kompresi VP9. Head of Strategy and Partnerships Google Chrome, Matt Frost mengatakan, codec tersebut dinilai mempermudah penayangan konten video 4K di situs video sharing itu.

"YouTube akan bermigrasi ke VP9. Sekarang ini streaming VP9 sudah didukung. Jalan terbaik untuk video 4K di YouTube adalah VP9," ucap Frost, sebagaimana dikutip oleh HDTVTest.

Dengan resolusi sebesar 3.840 x 2.160 pixel, video 4K memang menjanjikan gambar yang luar biasa jernih. Tapi resolusi tinggi itu juga membuat ukuran file bertambah besar. Kebutuhan bandwidth untuk memutar video 4K mencapai delapan kali konten standar HD.

Di sinilah letak peran VP9. Codec VP9 merupakan bagian dari format audio-video WebM yang disponsori Google. Format tersebut didesain untuk memberikan kompresi video bebas royalti bagi video berbasis HTML5.

VP9 menawarkan kinerja kompresi dua kali lebih baik dibanding H.264, codec video yang umum dipakai saat ini.

Video berkualitas DVD yang berukuran 700 MB dengan codec H.264, misalnya, bisa dipangkas hingga menjadi 350 MB dengan VP9. Ukuran video 4K pun bisa diciutkan sehingga mempersingkat waktu tunggu "buffering."

Saat ini memang sudah ada beberapa video 4K di YouTube, tapi kualitasnya tak bisa dibilang bagus karena mengandung banyak artifak kompresi. VP9 diharapkan bisa meningkatkan kualitas tampilan video-video tersebut, di samping menghemat bandwidth.

Juni lalu, Google telah menyelesaikan VP9, sebulan setelahnya aplikasi browser Chrome developer channel mendukung VP9 secara default. Firefox juga dijadwalkan bakal mendukung VP9 pada Maret 2014 mendatang.

Untuk keperluan penayangan konten di YouTube, Frost mengatakan bahwa Google akan berfokus ke HTML5 yang kompatibilitasnya lebih luas dibandingkan platform Silverlight dan Flash. "Kami dengan cepat mendekati era di mana semua konten YouTube adalah video HTML 5," ujarnya.

NSA Juga Sadap Komponen "Hardware" Komputer?





KOMPAS.com — Informasi baru mengenai kegiatan mata-mata National Security Agency (NSA) kembali terkuak. Menurut laporan Der Spiegel, selain menyadap jaringan telepon dan internet, dinas intelijen Amerika Serikat ini dikabarkan menanam program spionase (backdoor) di perangkat-perangkat keras (hardware) komputer.

Dalam dokumen internal NSA dijelaskan bahwa perangkat keras yang dimaksud meliputi peralatan jaringan semacam router dan hard disk dari produsen-produsen, seperti Cisco, Juniper, Dell, Western Digital, Seagate, Maxtor, Samsung, hingga Huawei.

Program backdoor ditanam oleh divisi khusus NSA yang bernama Advanced/Access Network Technology (ANT). "Tak peduli tembok keamanan apa pun yang dibangun oleh para produsen perangkat, spesialis NSA bisa menembusnya," tulis laporan tersebut.

Divisi ANT sering menyasar BIOS atau chip berisi firmware yang di dalamnya terdapat instruksi untuk menghidupkan perangkat. Karena hal ini, program backdoor yang ditanam tak bisa dideteksi oleh software antivirus dan akan tetap bercokol walaupun sistem operasi sebuah komputer dihapus.

ANT berada di bawah unit peretas elite bernama Tailored Access Operations (TAO). Sementara pihak NSA mengatakan bahwa TAO adalah salah satu elemen kunci untuk "pertahanan nasional" AS. "Kerja mereka (TAO) berpusat soal eksploitasi jaringan untuk mendukung pengumpulan data intelijen dari luar negeri," tulis NSA dalam sebuah pernyataan.

Seperti dikutip dari CNet, perusahaan komputer Dell mengaku tidak mengetahui aksi mata-mata NSA terhadap produk-produk buatannya.

Juru bicara Cisco turut angkat bicara mengenai kabar ini. "Pada saat ini, kami tidak tahu apakah ada kerentanan pada produk baru, dan kami akan terus mengejar semuanya untuk menentukan apakah kami perlu mengatasi masalah-masalah baru. Jika kami belajar dari kelemahan di salah satu produk, kami akan segera mengatasinya. Seperti yang telah kita nyatakan sebelumnya, dan kami komunikasikan kepada Der Spiegel, kita tidak bekerja dengan pemerintah untuk melemahkan produk agar dieksploitasi, atau untuk mengimplementasikan keamanan yang disebut backdoor dalam produk kami."

Unit TAO disebutkan mampu mencari celah keamanan di laporan crash sistem operasi Windows. Selain itu, TAO juga mampu mencegat komponen perangkat keras komputer dan aksesori untuk dipasangkan program mata-mata di dalamnya.

Penerapan Telematika Dalam Bidang e-Government

Pengertian e-Government

Saat ini perkembangan teknologi internet sudah mencapai perkembangan yang sangat pesat. Aplikasi internet sudah banyak digunakan untuk e-commerce dan berkembang juga kepada pemakaian aplikasi internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan nama e-Government.
e-Government merupakan proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan public secara efektif dan efisien.
 
Pengertian lainnya yaitu sebuah bentuk atau model sistem pemerintahan yang berlandaskan pada kekuatan teknologi digital atau komputer yang berbasiskan teknologi informasi.

Definisi e-Government

Konsep e-Government dideskripsikan secara beragam oleh masing-masing individu atau komunitas, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa definisi berikut :
-   Pemerintahan Federal Amerikas Serikat : e-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan online pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya.
-   Pemerintahan Selandia Baru : e-Government merupakan sebuah cara bagi pemerintahan untuk menggunakan sebuah teknologi baru untuk melayani masyarakt dengan kemudahan akses, pelayanan, informasi dan peluang untuk berpartisipasi dalam demokrasi.
-   Shailendra C. Jain Palvia : e-Government merupakan terminology umum guna menyebut layanan-layanan yang diberikan kantor departemen, pemerintah, maupun daerah yang didasarkan pada pemanfaatan jaringan web.
Melalui e-Government, pelayanan pemerintah akan berlangsung secara transparan, dapat dilacak prosesnya sehingga dapat dianggap akuntabel. Unsur penyimpangan dapat dihindarkan dan pelayanan dapat diberikan secara efektif dan efisien dan nantinya akan terwujud Good Corporate Governance.

Keuntungan Penggunaan e-Government
Bagi Pemerintah :
  • Pelayanan jasa yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi disediakan 24 jam sehari.
  • Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
  • Adanya keterbukaan (transparansi) diharapkan dapat merubah hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik, karena keterbukaan ini diharapkan dapat menghilangkan adanya rasa kecurigaan dan kekesalan dari semua pihak terhadap pemerintahan.
  • Memperluas jangkauan pemberian layanan dan informasi dengan menggunakan internet sebagai salah satu medianya.
  • Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Contoh : koordinasi dapat dilakukan melalui e‑mail atau bahkan teleconference (video conferencing).

Bagi Masyarakat :
  •  Masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik dengan penyediaan informasi selama 24 jam.
  • Adanya informasi tentang lowongan pekerjaan di perusahaan­-perusahaan yang memberikan kemudahan bagi para pencari kerja.
  • Masyarakat juga dapat memberikan informasi tentang pengaduan atau keluhan terhadap kondisi lingkungannya.
  • Adanya keterbukaan antara pernerintah terhadap masyarakat, sehingga timbul kepercayaan terhadap pemerintah.
  • Mengurangi total biaya administrasi dan waktu yang dikeluarkan oleh masyarakat.

Hambatan dalam Implementasi e-Government
  • Kultur mendokumentasi belum lazim. Yaitu kurangnya kebiasaan mendokumentasikan sesuatu.
  • Kultur berbagi belum ada. Kultur berbagi (sharring) informasi dan mempermudah urusan belum merasuk di Indonesia.
  • Langkanya Sumber Daya Manusia yang handal. Pernerintah umumnya jarang yang memiliki SDM yang handal di bidang teknologi informasi
  • Infrastruktur yang belum memadai dan mahal.
  • Tempat akses penggunaan media internet yang terbatas.

Implementasi e-Government di Indonesia

Negara Indonesia telah mengalami perubahan kehidupan berbangsa daan bernegara secara mendasar, dari rezim yang bersifat otoriter sampai terciptanya reformasi yang bersifat demokratis, dan penerapan otonomi daerah. Perubahan yang tengah terjadi ini menuntut terbentuknya pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap perubahan yang efektif. Dengan adanya e‑Government, teknologi informasi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin penggunaannya dalam sistem manajemen maupun proses kerjanya. Berikut ini beberapa contoh penggunaan telematika berbasis e-Government di Indonesia :
-Penerapan Permohonan atau pembuatan Kartu Keluarga (berdasarkan provinsi) secara online.-
Akses soal - soal ujian, buku gratis, latihan – latihan soal yang dapat diakses dalam situs Departemen Pendidikan Nasional.-
Pembayaran pajak secara online melalui ATM, e-Banking, serta CMS (Cash Management Service).-
Pembayaran pajak kendaran bermotor secara online melalui e-Samsat.-
e-KTP, yaitu penerapan identitas berbasis elektronik secara nasional (1 orang = 1 NIK).


Penerapan Telematika Dalam E-Learning



Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. 

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. 
Salah satu contoh dari teknologi telematika adalah Electronic learning disingkat E-learning

E-Learning adalah metode pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi computer (karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama computer)), jaringan komputer dan/atau Internet E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas.  
E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD.  

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Sejarah dan Alur Perkembangan E-learning : 
E-learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut: 
(1) Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi. 
(2) Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
(3) Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
(4) Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

Keuntungan menggunakan metode pembelajaran e-learning yang dapat kita peroleh diantaranya, yaitu : menghemat waktu proses belajar mengajar, mengurangi biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku), menjangkau wilayah geografis yang lebih luas, melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.