Kamis, 18 Oktober 2012

Menggapai Langit Lapis Ke Dua



Menggapai Langit Lapis Ke Dua



Pada suatu hari kami berencana untuk melakukan pendakian gunung semeru,saya merencanakannya bersama ke 4 teman kelas saya di ka 17 yaitu Rama,Rio dan Rahman.Mereka pun tertarik dan langsung merencanakan waktu yang tepat untuk melakukan pendakian ke gunung semeru agar tidak mengganggu jadwal kuliah.Kemudian kami ber empat mengadakan rapat untuk membahas waktu dan mengajak teman – teman dari kami untuk ikut dalam pendakian gunung semeru tersebut.Hasilnya waktu telah di tentukan yaitu pada tanggal 3 September 2012,Lalu anggota kami bertambah menjadi 8 orang,masing-masing dari kami ada yang mengajak teman rumah dan teman SMA untuk menggapai gunung semeru.
Gunung semeru adalah gunung tertinggi di pulau jawa dengan ketinggian 3676mdpl dan memiliki puncak terkenalnya bernama puncak Mahameru.Puncak mahameru banyak orang yang mengatakan di sanalah para dewa bersemayam yang kemudian dikenal sebagai puncak abadi para dewa.Banyak pendaki yang tertarik kesana karena pemandangan yang luar biasa dan tidak mungkin ada di tempat tempat lain.Hal itulah yang membuat kami pergi kesana untuk menyaksikan salah satu ciptaan tuhan yang sangat luar biasa.
Hari yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba,kami semua berkumpul di stasiun pasar senen pada pukul 10.00 wib sesuai rencana sebelumnya.Kami menunggu kereta pukul 14.00 wib dan tentunya kami sudah mempunyai tiket.Nama kereta kami jurusan senen-malang adalah kereta matarmaja.Tiket kami dapatkan sebelum sebelum hari keberangkatan kami.Selama kita menunggu kereta,kami mengisi waktu dengan mempersiapkan segala yang kami butuhkan di kereta seperti makanan,rokok,dll.Waktu pun kemudian menunjukan jam 13.30 kereta matarmaja pun datang,kami bergegas langsung masuk kereta dan tentunya tidak lupa foto foto.Karena menggunakan tas gunung atau bisa di sebut kulkas dua pintu kami pun menjadi perhatian orang banyak.


Tiket kereta api matarmaja
 
Stasiun senen


Keceriaan mengawali perjalanan kami dengan menaiki kereta matarmaja,kereta pun akan tiba di stasiun malang pada pukul 08.00 pagi.Kami mengisi waktu di kereta dengan melakukan berbagai macam permainan,ngobrol dengan penumpang lain dan tentunya tidak lupa foto foto.
Tidak terasa perjalanan yang sangat seru di kereta dan akhirnya kereta pun tiba di stasiun malang.Kami pun langsung bergegas melakukan keluar dari stasiun kemudian masing masing dari kami melakukan berbagai macam aktivitas,ada yang mandi,makan,packing tas gunung,charger hp.Semua itu di lakukan serentak agar tidak ada yang menunggu dan juga menghemat waktu.
Setelah semua selesai,kami pun langsung membooking angkot untuk segera berangkat ke pasar tumpang.Angkot pun dapat dan sudah ada proses tawar menawar terlebih dahulu.Barang-Barang pun di letakkan di atas angkot dan kemudian berangkatlah kita ke Ranu pane.

Angkot dari stasiun malang menuju Pasar tumpang


Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam,jalanan menuju pasar tumpang banyak lubang di tengah perjalanan ada tas gunung milik kami hampir jatuh dari angkot.Akhirnya tibalah kita di pasar tumpang.Dari sini menuju Ranupane menggunakan jeep.Baru datang kami langsung di tawarkan mobil jeep,mungkin supir jeepnya sudah memahami bahwa kita akan ke semeru.Untuk menghemat waktu kami langsung melakukan proses tawar menawar dengan pihak jeep.
Harga pun mencapai pada kata sepakat,kami langsung meletakan barang bawaan kami ke atas jeep.Sebelum berangkat supirnya mengingatkan untuk fotocopy ktp surat kesehatan dan ktp masing masing 2 lembar.Karena akan di butuhkan untuk proses pendaftaran di Ranupane dan di Ranupane tidak ada tukang fotocopy jadi harus dipersiapkan di Pasar tumpang.

Jeep Pasar Tumpang

Perjalanan pun dimulai,memakan waktu lebih dari 2jam dari pasar tumpang menuju Ranupane.Kondisi jalan yang berkelok kelok dan di tepi jurang membuat hati berdebar debar.
Dan setelah 2 jam perjalanan, tibalah kita di Ranupane pos pendaftaran untuk pendakian semeru.Kita tiba pada pukul 14.00,salah satu dari kami langsung melakukan proses pendaftaran dan sisanya berganti pakaian untuk melakukan pendakian.
Saya sempat makan di warung rawon yang berada di Ranu pane,saya sempat melakukan sedikit wawancara kepada bapak-bapak tua penjual rawon tersebut.Saya memanggil beliau dengan sebutan ‘Pak deh’.Berikut sepintas wawancaya saya dengan Pak deh.
Saya           : Pak deh,sudah berjualan rawon sejak kapan?
Pak deh       : Oh mass,saya berjualan disini sudah 25 tahun bersama istri saya
Saya           : Lama juga yah pak deh,bulan ini banyak atau tidak pendaki yang sudah mendaki kesini.
Pak deh       : Banyak sekali mas,lebih banyak lagi pendaki datang pada akhir pekan.Mas sendiri asalnya dari mana?
Saya           : Saya dari jakarta pak deh.Selain disini sudah pernah berjualan di tempat lain?
Pak deh       : Saya dulu sempat berjualan di Ranu kumbolo mas,tapi pindah lagi kesini dengan alasan tertentu.
Saya           : Hahhh!! (saya sempat kaget,karena dari Ranu pane ke Ranu kumbolo harus melukan pendakian yang memakan waktu kurang lebih 5 atau 6 jam).Terima kasih pak deh,saya harus segera memulai perjalanan.Minta doanya pak deh supaya semua selamat.
Pak deh       : Iya mas,hati hati ya.Tentu semua pendaki disini akan saya doakan semoga selamat dan sampai tujuan.
Saya           : Terima kasih pak deh...
Waktu menunjukan pukul 15.30,kami memulai perjalanan kami dari Ranupane menuju Ranukumbolo.



Perjalanan ke Ranukumbolo

Perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo terasa cukup berat,cukup menguras mental dan fisik kami.Dan malam pun menghampiri kami di tengah perjalanan,kami harus bergegas menyiapkan headlamp dan melanjutkan perjalanan.Udara dingin menyerang kami di perjalanan dan fisik yang lelah menggoyahkan mental kami.
Akhirnya kami pun tiba di Ranu Kumbolo.Kami tiba pada pukul 22.00,perjalanan berhasil kami tempuh.Sesampainya di Ranu kumbolo kami langsung mendirikan tenda dan langsung memasak makanan untuk memulihkan kondisi fisik kami.Udara di Ranu Kumbolo sangat dingin,karena semuanya pada lelah kemudian kamipun segera tidur dengan berselimut udara dingin Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo
Tidak terasa sudah jam 07.00 pagi,kami segera membuat sarapan dan membereskan tenda dan sampah-sampah yang kami buat semalam.Perjalanan akan di lanjutkan ke Kalimati pada pukul 10.00 pagi,Kalimati adalah camp sesudah Ranu Kumbolo disana kita beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Puncak Mahameru.
Setapak demi setapak kita lalui perjalanan menuju kalimati,tidak jarang kaki mengalami keram.Puncak Mahameru pun sudah terlihat dari kejauhan.
Dan pada pukul 16.00,kami pun tiba di pos kalimati.Kami bergegas mendirikan tenda dan langsung memasak makanan untuk memulihkan tenaga kami.Untuk melakukan pendakian ke puncak mahameru akan dilakukan pada pukul 00.00,agar dapat melihat sunrise yang tidak pernah di lihat di tempat lain.
Setelah makan kami pun segera tidur untuk beristirahat dan akan bangun pada pukul 23.00  untuk melakukan pendakian ke puncak mahameru yang menguras fisik maupun mental kami.
Kalimati

          Alarm dari saya pun berbunyi,saya segera membangunkan semua teman teman yang sedang terlelap tidur.Semua langsung bangun dan mempersiapkan segala kebutuhan yang akan di bawa untuk mendaki ke puncak mahameru.
Pada pukul 00.00 ,kami pun memulai perjalanan dengan udara yang dingin menyelimuti seluruh badan kami.Track pasir dan debu langsung menyambut kami.Masing-masing dari kami segera memakai masker yang telah di persiapkan sebelumnya agar terhindar dari debu yang cukup banyak ini.
Setengah perjalanan telah kami lalui,sekarang kami telah berada di arcopodo.Arcopodo adalah camp terakhir para pendaki untuk mencapai puncak,tapi jarang para pendaki yang camp disini karena track yang cukup sulit.Waktu menunjukan pukul 03.20,Puncak mahameru masih sangat jauh terlihat.Kami langsung melanjutkan perjalanan agar dapat melihat sunrise dari puncaknya para dewa ini.
Kami berhasil melewati batas vegetasi pada pukul 04.10,disini sudah tidak ada lagi tumbuhan yang hidup.Disinilah ujian fisik dan mental kami sebenarnya.Track pasir  yang sangat sulit membuat kami 5 kali melangkah 3kali turun kebawah.Kami pun dikejar waktu,karena pada pukul 10.00 dari kawah mahameru sudah mengeluarkan semburan gas beracun.Para pendaki di wajibkan sudah turun sebelum jam 10.00.
Akhirnya pada pukul 05.10,matahari pun mengeluarkan semburan cahaya yang sangat indah.Walaupun kami belum sampai puncak mahameru,kami berhasil menyaksikan sunrise yang muncuk dari langit lapis ke 2.
Sunrise di Mahameru


Sunrise di Mahameru

Akhirnya pada pukul 08.00 ,kami pun sampai di puncak mahameru.Disini langsung terlihat banyak bendera merah putih yang menandakan sudah sampainya kami di Puncak abadi para dewa.Kami langsung melihat sebuat memoriam dari Soe Hoek Gie.Beliau adalah seorang aktivis dari mahasiswa UI (Universitas Indonesia) dan sekaligus pendiri Mapala pertama di UI.Gie meninggal karena menghirup gas beracun di puncak mahameru dan sebagai penghormatannya di buatkan sebuah memoriam untuk mengenangnya .

Puncak Mahameru

Puncak Mahameru



Puncak Mahameru

Puncak Mahameru
Memorian Soe Hok Gie & Idhan Lubis


Setelah foto-foto kami pun segera turun dari puncak untuk menghindari dari gas beracun itu sendiri.Sesampainya di pos kalimati kami pun beristirahat dan menginap semalam .Besoknya kami melakukan perjalanan turun dari gunung semeru dan segera ke kota malang untuk memesan tiket kereta pulang ke jakarta.
Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa,bisa di beri kesempatan menyaksikan sebuah fenomena alam yang sangat indah.Saya bersyukur kepada Allah SWT dan sadar betapa besarnya sebuah kekuasaan tuhan dibandingkan seorang sosok manusia.Keindahan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata kata dan sebuah perjalanan yang bisa kami ambil hikmah dari semua kejadian yang terjadi di Gunung semeru.

Rincian Biaya: Kereta api matarmaja Rp 51000 x 2   =  Rp 102.000
     
    Angkot stasiun malang-tumpang        =  Rp 10.000
     
    Jeep tumpang-ranupane                      =  Rp 30.000
                                    
                                   Administasi pendaftaran                     =  Rp 10.000
    
    Truk sayur ranupane-tumpang            =  Rp 30.000
     
     Angkot tumpang-stasiun malang       =  Rp 10.000
       
    
Total                                                             Rp 192.000  



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar